Laman

Selasa, 13 Maret 2012

Menangis diatas batu karang


Aku berlutut di bantalan bangku gereja yang ada tepat di depan mimbar. Sementara imam mendaraskan Doa Syukur Agung, aku berjuang agar air mata yang mulai menggenangi kedua bola mataku tidak menetes. Rongga hidungku yang mulai basah menyebabkan terdengarnya suara-suara dalam setiap tarikan napasku. Aku tak ingin wanita yang duduk disebelah kananku melihatku menangis. Ya, aku ingin menangis. Jika saja aku tak berusaha untuk menahannya, tentulah dengan mudahnya air mata ini meleleh membasahi pipiku.

Minggu, 26 Februari 2012

Emosi...emosi...aku emosiiiii.......!!!!



Belum genap sepekan aku menjalani masa prapaskah tapi kegagalan sudah menyambutku. Baru juga memasuki hari kedua hati ini sudah tidak bisa diajak kompromi. Emosi...emosi...aku emosiiiii.......!!!!

Entah mengapa beberapa minggu terakhir ini aku bete banget terhadap salah seorang ‘petinggi’ yang ada di kantorku. Setiap kali melihatnya emosi ini bawaannya langsung nyolot aja....kayak api disiram bensin...

Rabu, 22 Februari 2012

Nama saya Maria


Pertama kali kulihat wanita itu melewati pintu yang dibukakan oleh pelayan restoran, berjalan bersamaan dengan seorang wanita lain. Aku hanya melihatnya sekilas lalu karena kupikir ia akan berjalan terus melewati mejaku. Kembali kuarahkan pandanganku kepada tumpukan buku yang ada dihadapanku.

Beberapa detik berlalu, kembali kuarahkan pandanganku kearah pintu yang ada sisi kiriku. Kulihat wanita itu berdiri didepan pintu, tepat di tepian koridor. Ah, mungkin dia sedang menunggu seorang teman, demikian pikirku.

Kamis, 26 Januari 2012

Manusia vs Harta

Liburan imlek kemarin aku pulang kampung. Meski tidak ada acara makan-makan ataupun berkunjung-kunjung ke rumah kerabat untuk berburu angpao, aku sengaja ambil cuti 2 hari untuk berkumpul dengan kedua orangtuaku. Sekedar menghormati dan menyenangkan hati mereka.

Pagi hari, begitu tiba di rumah, aku pun segera masuk ke ruang tengah untuk memindahkan barang-barang bawaanku. Ya elahh.... aku temukan suasana yang berbeda di rumahku kali ini. Aku merasa rumahku yang sekarang seperti penjara!